I.
PENGERTIAN
Metodologi penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang
membicarakan cara-cara melaksanakan penelitian sampai menyusun laporannya berdasarkan fakta atau gejala secara ilmiah.
II.
PERKEMBANGAN
Ilmu pengetahuan memiliki sifat utama yaitu tersusun secara sistematik
dan runtut dengan menggunakan metode ilmiah. Karenanya sementara orang
menganggap perlunya memiliki sikap ilmiah untuk menyusun ilmu pengetahuan
tersebut atau dengan kata lain ilmu pengetahuan memiliki tiga sifat utama
tersebut, yaitu :
1) Sikap ilmiah
2) Metode ilmiah
3) Tersusun
secara sistematik dan runtut
Periode perkembangan
metodologi penelitian yang dikemukakan oleh Rummel yang dikutip oleh Prof.
Sutrisno Hadi MA digolongkan sebagai berikut:
1) Periode
Trial and Error
Ilmu
pengetahuan dengan cara mencobacoba berulang kali sampai dijumpia suatu
pemecahan masalah yang diangap emuaskan.
2) Periode
Authority and Tradition
Ilmu pengetahuan didasarkan atas pendapat para
pemimpin atau penguasa waktu itu.
3) Periode
Speculation and Argumentation
Membuat spekulasi dan argumen yang berbeda dalam
memperoleh kebenaran.
4)
Periode Hypothesis and Experimentation
Mencari rangkaian tata cara untuk menerangkan suatu kejadian. Pertama
membuat dugaan, kemudian mengumpulkan fakta, kemudian dianalisis dan diolah
hingga akhirnya ditarik kesimpulan.
III.
DESAIN PENELITIAN
Strategi untuk memperoleh
data yang dipergunakan untuk menguji hipotesa meliputi penentuan pemilihan
subjek, teknik yang digunakan, dan prosedur yang ditempuh. Berdasarkan sudut
pandang untuk melakukan penelitian, jenis-jenis desain penelitian dikelompokkan
sebagai berikut:
1.
Menurut teknik pengambilan sampel
a.
Penelitian terhadap populasi
b.
Penelitian terhadap sampel
c.
Studi kasus
2.
Menurut timbulnya variabel
a.
Penelitian non eksperimental
i.
Survei
ii.
Studi kasus
iii.
Penelitian kausal komparatif
iv.
Penelitian korelasional
b. Penelitian
eksperimental
i.
Pasca tes satu kelompok
ii.
Pra tes dan pasca tes satu kelompok
3.
Menurut model pengembangannya
a.
Penelitian cross sectional
b.
Penelitian longitudinal
Menurut Prof. Sutrisno Hadi MA, jenis-jenis
penelitian dapat digolongkan sebagai berikut:
1.
Bidangnya: Penelitian pendidikan, penelitian
pertanian, penelitian hukum, penelitian ekonomi, penelitian agama.
2.
Tempatnya: Penelitian laboratorium, penelitian
perpustakaan.
3.
Pemakaiannya: Penelitian murni dan penelitian terapan.
4.
Tujuan Umumnya: Penelitian eksploratif, penelitian
developmental dan penelitian verifikatif.
5.
Tarafnya: Penelitian inferensial.
6.
Pendekatannya: Penelitian longitudinal dan penelitian cross sectional.
IV.
VARIABEL PENELITIAN
Menurut Dirjen Dikti
Depdikbud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek
pengamatan penelitian. Pada dasarnya banyaknya variabelsangat tergantung oleh
sederhana atau runtutnya penelitian. Semakin sederhana rancangan penelitian,
maka akan semakin sederhana pula variabelnya dan sebaliknya. Macam-macam variabel
adalah sebagai berikut:
Menurut fungsinya:
1.
Dependent: Variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain
2.
Independent: Variabel ini sering disebut
variabel pengaruh karena berfungsi mempengaruhi variabel lain.
3.
Intervening: Menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lain
(sebab-akibat).
4.
Moderator: Memperjelas hubungan Independent dengan variabel Dependent.
5.
Kendali: Kontrol terhadap variabel lain terutama yang berkaitan dengan
variabel moderator.
6.
Rambang: Fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya terhadap variabel bebas
maupun variabel tergantung hampir tidak diperhatikan.
Menurut datanya:
1.
Data nominal: variabel
yang bersifat deskrit dan saling pisah antara kategori satu dengan yang
lain.
2.
Data ordinal: variabel yang disusun berdasarkan tingkat/rangking yang berurutan.
3.
Data interval: variabel yang dihasilkan dari pengukuran, terdapat satuan pengukuran yang sama.
4.
Data rasio: variabel yang dalam kuantifikasinya hanya mempunyai nol mutlak.
V.
SUBJEK PENELITIAN
1.
Populasi: Keseluruhan objek penelitian baik terdiri dari benda yang nyata,
abstrak, peristiwa, dll.
2.
Sampel: Bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari objek
yang merupakan sumber data.
3.
Besaran sampel: Semakin besar sampel akan semakin kecil kemungkinan salah menarik
kesimpulan tentang populasi.
4.
Teknik-teknik sampling: Random dan Non Random
5.
Sampling error: Kesalahan pengumpulan data karena pemilihan sampel yang tidak dapat
mewakili populasi.
VI.
PENGUMPULAN DATA
Cara yang digunakan oleh
peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Contoh: angket, wawancara,
pengamatan atau observasi, tes dan dokumentasi.
1.
Instrumen pengumpulan data
Alat yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar lebih mudah, hasilnya baik, cermat, lengkap, dan
sistematis sehingga lebih mudah diolah. Jenis-jenis instrument:
a.
Instrumen untuk mengukur variabel dengan skala
nominal dan ordinal (data kualitatif).
b.
Instrumen untuk mengukur skala interval dan
rasio (data kuantitatif).
2.
Metode pengumpulan data
a.
Melakukan observasi
b.
Mengumpulkan data melalui dokumentasi
c.
Wawancara
d.
Angket
e. Mengumpulkan
data kuantitatif
VII.
TEKNIK ANALISIS DATA
1. Analisis
korelasi
Menentukan sampel sejauh
mana terdapat hubungan antara dua variabel.
2. Analisis
korelasi ganda
Menentukan hubungan antara
lebih dari dua variabel.
3. Analisis
korelasi persial
Menentukan
mana di antara berbagai variabel independent yang mempunyai pengaruh terbesar
terhadap variabel dependent.
sumber:
