1.
Kekhawatiran dan kecemasan masyarakat akan lahan
dan tanaman garapannya.
- Sosialisasi rencana kegiatan
pembangunan Embung Bubur gadung kepada masyarakat terutama tentang tujuan dan
manfaat proyek terhadap masyarakat, kegiatan yang akan dilakukan, jadwal
pelaksanaan kegiatan, dan dampak yang ditimbulkan.
- Melakukan penggantian biaya
terhadap jenis tanaman yang digarap oleh penggarap dengan cara bermusyawarah.
- Memberikan penjelasan kepada
masyarakat tentang mekanisme pengaduan beserta kompensasinya, apabila terjadi
gangguan akibat kegiatan proyek.
2.
Penurunan kualitas udara ambien
- Semua alat berat dan
transportasi harus lolos uji emisi
3.
Peningkatan Kebisingan
- Menghindari
jam istirahat pada saat melakukan pekerjaan pengerukan.
4.
Kerusakan jalan yang dilalui
- Apabila
menggunakan bak terbuka untuk mengangkut bahan/material maka harus ditutup
dengan terval.
- Penyiraman secara rutin pada
akses jalan di tapak proyek.
- Tonase beban
muatan dan alat transportasi dengan beban max jalan harus sesuai.
- Segera perbaiki jalan yang
rusak akibat mobilisasi.
5.
Tundaan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan
- Pengaturan jadwal keberangkatan
alat transportasi agar tidak bersamaan dan menghindari pada jam istirahat
masyarakat.
- Pemasangan
rambu – rambu lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan serta memasang rambu
peringatan hati-hati, dan flashing lamp.
- Melakukan
pengaturan arus lalu lintas secara bergantian dengan memasang petugas pada
titik rawan kemacetan.
- Melakukan
pekerjaan pengangkutan di luar jam sibuk lalu lintas jalan pada pagi dan sore
hari, serta diluar jam pulang anak sekolah.
6.
Ancaman bahaya tenggelam
-
Memasang peringatan larangan berenang dan mandi.
Daftar Pustaka
Abdulgani, Hamdani. 2011. ANALISIS DAMPAK, PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP PADA RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN EMBUNG BUBUR GADUNG
KECAMATAN CIKEDUNG KABUPATEN INDRAMAYU. Universitas Wiralodra: Indramayu, Jawa
Barat.
Diunduh pada