Definisi Lingkungan Menurut Para Ahli
Ilmu lingkungan adalah
ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Menurut Soerjani, dkk (2006),
ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi (manusia) yang dilandasi dengan
kosmologi (tatanan alam) yang mempunyai paradigma sebagai ilmu pengetahuan
murni. Hakikat ilmu pengetahuan pada dasarnya berkembang untuk mendasari,
mewarnai serta sebagai pedoman kearifan sikap dan perilaku manusia.
1.
Menurut Darsono (1995)
Pengertian lingkungan bahwa semua benda dan kondisi,
termasuk manusia dan kegiatan mereka, yang terkandung dalam ruang di mana
manusia dan mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan
badan-badan hidup lainnya.
2.
Menurut StMunajat Danusaputra
Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di
dalamnya manusia dan aktifitasnya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia
berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan hidup dan jasad
renik lainnya.
3.
Menurut Ensiklopedia Kehutanan
Lingkungan adalah jumlah total dari faktor-faktor non
genetik yang mempengaruhi pertumbuhan reproduksi pohon.
Asas-Asas
Pengetahuan Lingkungan
1.
Asas 1
Semua energi yang memasuki
organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang
tersimpan atau terlepaskan.
Miller
mengatakan : Kita tidak akan mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma Harus ada
usaha
2.
Asas 2
Tidak ada sistem pengubahan energi yang benar-benar
efisien.
3.
Asas 3
Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk
sumber daya alam.
4.
Asas 4
Untuk semua kategori sumber daya alam, kalau pengadaannya sudah mencapai
optimum, pengaruh unit pengadaannya sering menurun dengan penambahan sumber
alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum tidak ada
pengaruh yang menguntungkan lagi.
5.
Asas 5
Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat
merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang
penggunaan lebih lanjut.
6.
Asas 6
Individu dan spesies yang
mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil
mengalahkan saingannya.
7.
Asas 7
Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan
yang “mudah diramal”. Mudah diramal adalah yang mempunyai pola keteraturan
faktor lingkungan.
8.
Asas 8
Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh
keaneka-ragaman takson, bergantung kepada nicia dalam lingkungan hidup itu
dapat memisahkan takson tersebut. Nicia : keadaan lingkungan yg khas
9.
Asas 9
Keanekaragaman
komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya.
§
Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam
suatu sistem biologi.
§ Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat
dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi itu.
10.
Asas 10
Dalam lingkungan stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas
dalam perjalanan waktu naik mencapai asimtoot. Maksimasi efisiensi penggunaan
energi dan minimasi pemborosan energi. Contoh: Hewan Homoiotermis pada iklim
dingin lebih besar ukuran tubuhnya.
11.
Asas 11
Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum
mantap (muda). Contoh: Hutan dan Ladang ; Desa dan Kota.
12.
Asas 12
Kesempurnaan adaptasi suatu sifat
atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu
lingkungan.
§
Reaksi terhadap perubahan lingkungan : populasi dalam lingkungan belum
mantap< lingkungan sudah mantap.
§
Kalau terjadi perubahan drastis lingkungan,ekosistem sudah mantap lebih
terancam,karena genetik populasi kaku terhadap perubahan.
13.
Asas 13
Lingkungan yang secara fisik mantap (dewasa) memungkinkan terjadinya
keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap (dewasa), yang kemudian
dapat menggalakkan kemantapan populasi.
14.
Asas 14
Derajat pola keteraturan naik turunnya populasi bergantung pada jumlah
keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nantinya akan mempengaruhi
populasi itu.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar